PuLang Kampung : BLORA – 1
yeaay, Blora is my hometown! kota kecil, merupakan perbatasan antara jawa tengah dengan jawa timur. Kota yang menurutku memiliki sumberdaya alam yang besar, ada hutan Jati, dimana kualitas kayu jatinya merupakan yang terbaik di Indonesia (kata pak bupati), dan juga minyak. Tapi kenapa ya kota ini terkesan tertinggal??
Kali ini perjalanan ke Blora bareng temen saya Sara. Kami berangkat dari jogja pukul 6 pagi, daan sesampainya di alas (hutan) kedungombo… VoiiLAaaaaa Ban Mobil Bocooor!! dan… benar! saya tidak membawa dongkraak… *zzziiiiiingg*
Dengan mengandalkan kedipan mata dan lambaian taman, kita berdua berusaha mencari bantuan dr pengguna jalan disitu,,, ya jalanan itu tak seramai jalanan di kota..
akhirnya oh akhirnyaaaaaa…. ada sebuah mobil blazer tua yang mundur perlahan, dan keluarga segerombolan bapak2… waaaww… mengerikan memang, tapi merekaa sangat baik hati, membantu kami para wanita mendongkrak mobil. saya saking takutnya sampe lupa foto ama bapak2nya, hihihihi…
dan perjalanan dilanjutkan, tugas selanjutnya adalah mencari tukang isi angin, yah ban serepnya kurang angin sodara sodaraa… Keluar dari jalur alternatif, timbul percakapan yang menggelikan.
*sara: yuu, nanti kalo dah sampe jalur utama jangan lupa cari bengkel buat isi angin…
*me: hmmmm… ya ini udah nyampe jalur utama sarr…
*sara: ooohhhh baiklaah… *melihat sekitar, menelan ludah…
hahahhaa… yah beginilah jalur utama ke kota blora, jalan hancuuur gak karuaaaaaaann, lebih banyak tanahnya daripada aspalnya… :p
Dan sampai kita di kota Purwodadi, belum dapet bengkel buat isi angin. Hmmmm tapi perut kita lapar juga, makanLah dulu kita di warung andalan saya kalau di Purwodadi, WARUNG MAKAN PUTRA 45, yaaah purwodadi selain terkenal dengan Swike-nya dia juga terkenal dengan sayur beceknya. Sayur becek itu isinya iga sapi, dikasih kuah. Rasanya menyegarkan, mirip sayur asem. Apalagi dinikmati panas-panas, dengan nasi dan cumi masak hitam atau masak Enus. Sedaaap Sodara Sodara….
Perut terisi, tenaga sudah kembali, lanjuut isi angin di Pom Bensin, and I dont know how to use it…. alhasil minta tolong bapak2 pom bensin deh, dengan muka tebaL… (-_-!!) 
Jarak Jogja Blora biasa ditemouh sekitar 5 jam perjalanan bagi yang sudah terbiasa dengan jalannya, bagi yang terbiasa dengan jalanan mulus,lurus mungkin butuh waktu 6jam
Daaaaannnn… iniiii dia pintu masuk Kabupaten Blora. Sebetulanya ada patung Penjual Sate disitu, cuman ga sempet ke poto, ya Blora terkenal dengan Sate Blora yang Lezaaaaattt
Dari gerbang Kabupaten Blora ke kota Blora bisa ditempuh kurang lebih 45menit. dan sesekali saya mengingatkan sara, bahwa inilah jalan utama bukan alternatif
Yah, inilah Blora… Kota kecil, minim hiburan, minim fasilitas. Tapi disini kota tenang, cocok untuk para pensiunan katanya. Bagaimanapun kota ini, ini tempat saya lahir
Sesampainya dirumah, disambut dengan kenangan-kenangan masa lalu. Dan Mama Papa tentunyaaaa
, juga orang orang yang entah mengapa selalu membuat saya bertanya tanya tentang “Apa yang kalian inginkan?”.
Well, Mama sudah menyiapkan Pecel dan Es Dawet Grojogan. Ini tempatnya di Jl. Gunung Lawu no 3 (kalo ga salah) Di samping persing Toko Leli ( Toko Roti Tertua Di Blora). Bumbu Pecelnya berbeda dengan pecel-pecel lainnya. Warnanya orange, rasanya gurih dan pedas. Mantab Sodara Sodara!. Begitu juga dengan Es Dawet disini. Pada umumnya dawet bewarna hijau dan rasanya hambar. Tapi disini Dawetnya bewarna coklat, rasanya pun rasa coklat. Ditambah campuran santan, gulajawa dan nangka. Segaaaarrr…… Jadi lupa dipoto, uda abis duluan… hihihihi
Setiap pulang ke Blora, hal yang pertama saya lakukan biasanya adalah mengunjungi teman2 lama. Dan tentunya menengok keponakan saya yang sangaaad lucuuu… Ara namanya… dan uda gede lho skarang, makin nakal tapi juga makin pinter…
Dan kali ini mba westy (kakak Puti) sedang punya baby baruuu,,,, Yaaap… masih berumur 3hari,.. Disana kita di ajari Puti (teman saya sejak SD) minum jamuuu. dengan iming2 manfaat jamu yang memang saya dan Sara butuhkan
Magrib telah tiba, saatnya mempersiapkan diri di puncak acara “Malam Mingguan di Blora” (lebay!). Yah… Alun-Alun adalah pusat keramaian kota ini ketika malam minggu. Tapi sebelumnya, kita akan menikmati makanan khas kota ini SATE BLORA. Ada sate ayam, adapula sate daging sapi. Keduanya sama sama enak. menggunakan bumbu kacang, yang telah digiling dengan sangat lembut. Membuat tekstur dr cocolan satenya lembuut sekali, berbeda dengan madura, yang gilingan kacangnya masih kasar. kalau sate madura, rasanya manis, manis kecap. Sate Blora bercitarasa gurih, dan pedas jika ditambahkan sambal. Kalau Sate Ayam, menggunakan ayam kampung, dan ditusuk kecil2 dan lembut. Bumbunya bisa meresaap sampe dagingnya, Lezaaaaattt Sodara Sodara!!
Dan saya mengajak sara untuk menikmati SATE BLORA di jalan panggang, yah tempat ini menyediakan sate ayam dan sate Jagal (daging sapi). Bukan hanya rasanya yang khas, tetapi juga tata cara penyajianya. Nasinya disajikan beralaskan daun jati,tanpa piring atau disebut juga pincuk daun jati. Nasinya disajikan juga dengan kuah kuning dan taburan bawang merah goreng. Kebetulan kita dapat tempat pas didepan angkring satenya, tempat paling nikmat untuk menyantap sate blora. Harganya dihitung per 10 tusuk, tetapi pesannya bukan per porsi. Si Tukang sate akan terus membakar sate hingga kita berhenti makan, kalo sudah yang dihitung hanya tusuk yang habis dipakai saja. Jadi jangan curang ya! hehehee… Dan saya selalu susah untuk berhenti makan sate blora ini, berasa nyemil.. (-_-!)

Dan Kenyaaaaaaaang….
Lanjut ke alun-alun kota Blora, keliling keliling ngecengin anak GaoL nya kota ini, dan I guess Sara pun terjatuh hati pda Pak Polisi di kota ini. Apadaya Hujan turut membatalkan rencana untuk berkenalan… hihihihi :p
Ngga ada spot yang bagus buat berfoto, kalo dipaksa begini hasilnya…
Kenapa alun-alunnya gelap? Karena lampu2 kotanya banyak yang dirusak atau dicuri… mengenaskan -______-”
Ya, sangad sulid menemukan sesuatu yang menggambarkan kota ini, tulisan Blora pun hanya bisa didapat disini… Ini letaknya di sebelah utara alun-alun, agak masuk sedikit ke lingkungan pendopo.
Hujan turun, mari berteduh di Metro cafe sembari emnikmati Es Mega Mendung dan Susu Jahe. Namanya Cafe, tapi jangan salah ini cuma kaki lima biasa di sekitaran alun2. Sembari menikmati rintik hujan… #eeeaaaa
Yaaap sekitar pukul 9.30 PM keboringan melanda. Bingung mau ngapain, cuaca makin ga jelas, akhirnya kita memutuskan untuk puLang. Istirahat, dan menyalakan weker jam 1.30 AM untuk kembali menikmati kuliner yang melegenda di kota ini, yaitu WATINI. terletak di pinggir Kota Blora, yah warung ini buka pukul jam 2 pagi dan biasanya jam 3 pagi semuanya sdah ludesss se penjual penjualnya… hehehhehe
Rasanya sedaaappp… apalagi ditambah laparnya malam, dan sensasi antriannya itu,,, jujur saja, 1 piring aja saya masi pengen nambah… -______-
Belum puasss dengan acara foto2 di kota blora tadi, akhirnya di tengah hening malam, kita poto2 ditengah2 jalan alun2, dan tugu pancasila!! kayaknya baru kita deh yang foto ditengah tugu pancasila, biar ga kalah ama tugu jogja gitu… hihihihi
Begitulaah cerita hari pertama, hari kedua saya tulis di postingan baru yah
About this entry
You’re currently reading “PuLang Kampung : BLORA – 1,” an entry on IMANNIAR`S ON THE WAY
- Telah Diterbitkan:
- Mei 18, 2011 / 3:44 am
- Kategori:
- Jalan2+makan2, Kuliner
- Kaitkata:
- alun alun blora, Blora, Kuliner, kuliner blora, pulang kampung, sate blora, watini






















2 Komentar
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]